nayzuko.com || animation n web tutorial

Jalan Menyimpang Flash

Email Print PDF

HTML5 adalah masa depan? HTML5 akan menyingkirkan Flash? Wow... klaim yang berlebihan dan salah kaprah mengingat HTML5 dan Flash adalah binatang yang berbeda. Flash muncul dengan fungsi interaktif yang tidak bisa diberikan web standar pada masanya, akhir 1990-an dan awal 2000-an. Sekarang Flash player berhasil menjadi plugin browser yang terinstall di 99% komputer yang terkoneksi dengan internet di seluruh dunia. Namun Flash menghadapi tantang terbesar dengan kehadiran HTML5. Sebagian, menurut saya, karena Flash telah mengkhianati kittahnya.

Flash awal menarik minat para desainer dan animator ketimbang programer. Flash 5 yang muncul di tahun 2000 memberikan kemudahan menciptakan interaksi yang membuat web menjadi lebih menarik. Saat itu, Javascript, yang juga mampu menghasilkan interaksi serupa, mengalami masalah sekuriti dan kompatibilitas dengan berbagai browser. Ketika meluncurkan Flash 5, Mike Downey dari Macromedia mengirim email kepada beberapa animator terkemuka tentang Flash baru yang memberikan dukungan penuh kepada para animator (baca: Flash for animator) untuk membuat web lebih menarik. Animasi vector-based yang ditawarkan Flash jauh lebih mudah dan tidak membebani komputer.

Dukungan Actionscript yang sederhana (berdasarkan Javascript) menambah kemampuan Flash menghasilkan animasi dan komponen interaksi lainnya. Para desainer dan animator tidak perlu belajar bahasa program terlalu mendalam karena hal itu merupakan tugas Flash. Produk Macromedia itu menjadi alat yang menjembatani aspek estetika dan interaktif dengan aspek koding. Idenya adalah, pergunakan timeline untuk mengubah properti obyek dan Flash akan menghasilkan kodenya yang dibungkus dalam format SWF. Untuk menambah interaksi yang lebih dinamis, pengguna bisa menambahkan kode sendiri yang bisa dengan mudah didapat dari sumber di internet. Kemudahan inilah yang membuat Flash sangat populer.

Perjalanan berikutnya menjadi semakin sukar bagi desainer dan animator karena Flash mulai serius ke arah Rich Internet Application (RIA). Ini dimulai pada masa Flash MX 2004 dan Flash 8 yang memerkenalkan Actionscript2 (AS2) dan fitur video serta mobile. Untuk para animator, Flash menambahkan beberapa fitur, seperti Filter dan blend mode.

Namun, Flash MX dan Flash 8 berhasil meraih pengguna yang lebih banyak dan Flash player menyebar dengan sangat cepat. Ada dua hal, menurut saya, yang membuat keberhasilan Flash. Pertama, kompatibilitas Flash dengan hampir semua browser telah membuktikan bahwa keandalan Flash menghasilkan web yang menarik dan interaktif. Karena itu pula, Flash telah menjadi software yang wajib dikuasai para desainer dan animator untuk memenuhi kebutuhan interaksi yang muncul dari advertising. Kedua, Flash mulai menarik minat para programer karena kemampuan AS2 yang mendukung RIA serta keberhasilan FLV untuk memutar video. Flash meraih dukungan dari segmen yang baru.

Masa inilah Flash berada di persimpangan jalan. Apakah Flash akan menjadi tool yang memudahkan desainer dan animator dengan sedikit koding atau semakin merangkul para programer? Tampaknya, setelah Macromedia dibeli Adobe dan AS3 diperkenalkan, Flash memilih jalan yang kedua, menyimpang ke arah para programer.

Flash CS3 dan versi setelah itu, menerapkan penulisan koding yang ketat. Masa-masa menambah kode snippet di actionscript panel untuk mendapatkan efek tambahan yang tidak disediakan Flash telah lenyap. Adam Phillips, salah seorang animator top dunia, akhirnya beralih ke Toonboom karena Flash tidak mengakomodasi para animator. Katanya, "Jika Anda pengguna Flash dan capek dengan software animasi yang menghambat setiap langkah Anda, hanya butuh satu hari untuk berkenalan dengan Animate dan Anda tidak akan kembali. Garisbawahi ucapan saya, dengan tinta merah yang besar." Ia memang mempromosikan Animate dari Toonboom. Sekadar catatan, Adam Phillips adalah pencipta seri Brackenwood yang menggunakan Flash virtual kamera untuk pertama kali di tahun 2005 (actionscript virtual kamera dibuat oleh Sham Bhangal).

Apakah para desainer dan animator harus meninggalkan Flash yang lebih merangkul para programer dan mencari alternatif software lain? Itu terserah Anda. Memang Flash versi CS tidak lagi animator-friendly namun Flash 8 masih bisa digunakan untuk membuat animasi yang bagus.

Lantas bagaimana dengan HTML5? Ini adalah dilema yang harus dihadapi para programer Flash, bukan para desainer dan animator yang menggunakan Flash. Dari segi animasi dan interaksi Flash masih jauh di atas HTML5. Coba lihat Animasi Spiderman dengan html5, animasi seperti ini membutuhkan banyak waktu dan kerja otak jika menggunakan HTML5, dibandingkan jika membuatnya dengan Flash MX bahkan Flash 5. Apakah Anda bersedia memelajari HTML5, Javascript, dan CSS3 untuk membuat animasi seperti itu yang bisa dilakukan dengan Flash tanpa sibuk memikirkan script?

Intinya? Gunakan apapun alat yang mudah bagi Anda. Sebuah software semestinya memermudah, bukan memersulit pekerjaan, bukan?


Bacaan bagus:
http://www.developria.com/2008/07/the-charges-against-actionscri.html
http://flashblog.robertpenner.com/2009/08/my-critique-of-as3-events-part-1.html
http://flashblog.robertpenner.com/2009/09/my-critique-of-as3-events-part-2.html